TANAH BISA BERNAFAS, SAINS DIBALIK SOIL RESPIRATION.
TANAH BISA BERNAPAS, SAINS DIBALIK SOIL RESPIRATION.
oleh Azka Al Ghifari & Yaqdhan El Salahuddin
Seringkali kita lupa bahwa tanah dibawah kaki kita adalah organisme hidup yang terus-menerus melakukan pertukaran gas. Fenomena ini disebut soil respiration atau repirasi tanah, dimana mikrooganisme, akar tanaman, dan fauna tanah mengomsumsi oksigen dan melepaskan karbon dioksida ke astmofer.
Proses ini adalah bagian terbesar kedua dari siklus global, bahkan lebih besar daripada emisi yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil secara tahunan, namun seringkali terabaikan dalam diskusi populer mengenai pemanasan global.
Masalah muncul ketika suhu bumi meningkat; metabolisme mokroba di dalam tanah menjadi lebih aktif, yang menyebabkan mereka melepaskan lebih banyak karbon dioksida dari cadangan karbon organik tanah ke atsmorfer. menurut studi yang diterbitkan dalam Nature, peningkatan respinasi tanah ini dapat menciptakan umpan balik positif yang mempercepat pemanasan global. Degradasi lahan akibat pertanian modern yang mengunakan pestisida berlebih juga merusak struktur komunitas mikroba ini, yang pada gilirannya menggangu kemampuan tanah untuk menyimpan karbon secara efektif.
Sains dibalik respirasi tanah mengajarkan kita bahwa kesehatan tanah adalah kunci utama dalam mitigasi perubahan iklim. Jika kita merusak 'paru-paru bawah tanah' ini melalui deforestasi dan polusi kimia, kita secara efektif melepaskan raksasa karbon yang selama ini tertidur. Inilah alasan mengapa pentingnya menjaga ekosistem tanah demi kualitas udara yang kita hirup setiap hari.
Sumber: idntimes.com

Komentar
Posting Komentar